Pembayaran online itu sekarang bukan lagi gaya hidup, tapi kebutuhan. Apalagi kalau kamu kerja sebagai freelancer, jualan digital product, atau sering belanja di website luar negeri. Mau nggak mau, kamu akan ketemu sama PayPal.
Banyak orang nganggep PayPal itu solusi paling aman dan paling gampang buat transaksi lintas negara. Dan memang, dalam banyak hal, itu benar. Tapi pengalaman di lapangan sering kali nggak seindah teori. Ada drama akun kena limit, saldo nyangkut, sampai fee yang bikin kita mikir dua kali sebelum narik dana.
Di artikel ini, kita bahas secara jujur dan santai. Bukan cuma kekurangannya, tapi juga gimana cara menghadapinya supaya kamu tetap bisa pakai PayPal tanpa deg-degan tiap buka email.
Kenalan Dulu Sama PayPal
PayPal itu layanan pembayaran online yang bisa kamu pakai buat kirim dan terima uang secara digital, bahkan lintas negara tanpa ribet. Praktis banget, apalagi kalau sering transaksi internasional. Nggak heran kalau sampai sekarang PayPal masih jadi salah satu platform pembayaran paling populer di dunia.
Biasanya dipakai untuk:
- Bayar jasa freelancer luar negeri
- Terima pembayaran dari klien internasional
- Belanja di marketplace global
- Bayar layanan digital seperti hosting atau tools premium
Kalau kamu pernah terima bayaran dalam dolar, kemungkinan besar lewat PayPal.
Praktis? Iya. Global? Banget. Tapi tetap ada hal-hal yang perlu kamu pahami sebelum benar-benar bergantung sepenuhnya.
9 Kekurangan PayPal yang Sering Bikin Kaget

Saya pernah ngobrol sama teman freelancer yang baru pertama kali terima pembayaran besar dari klien luar. Bukannya senang, dia malah panik karena akunnya langsung kena limited access. Dari situ saya sadar, banyak orang pakai PayPal tanpa benar-benar paham sistemnya.
Berikut beberapa hal yang paling sering jadi masalah.
1. Akun Bisa Disalahgunakan
Ini mimpi buruk semua pengguna. Bangun tidur, cek notifikasi, saldo sudah berkurang karena transaksi yang tidak pernah kamu lakukan.
Biasanya terjadi karena:
- Password terlalu sederhana
- Login di perangkat umum
- Klik link phishing tanpa sadar
Masalahnya, proses pengajuan sengketa juga butuh waktu. Jadi pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan.
2. Limited Access Tiba-Tiba
PayPal sangat sensitif terhadap aktivitas yang dianggap tidak biasa. Misalnya:
- Tiba-tiba menerima dana besar
- Login dari lokasi berbeda
- Transaksi dengan akun baru yang mencurigakan
Kalau sistem mendeteksi sesuatu yang “aneh”, akun bisa dibekukan sementara. Dana tidak bisa ditarik sampai kamu kirim dokumen verifikasi.
Kalau lagi butuh uang cepat, rasanya campur aduk.
3. Verifikasi Harus Pakai Kartu Kredit atau VCC
Sekarang verifikasi tidak bisa sembarang. Harus pakai kartu kredit atau Virtual Credit Card. Tidak semua orang punya kartu kredit, dan beli VCC dari sumber yang tidak jelas bisa berisiko.
4. Phishing Mengatasnamakan PayPal
Email palsu yang kelihatan resmi itu banyak sekali. Subjeknya biasanya mendesak, seperti “Account Limited” atau “Suspicious Activity Detected”.
Kalau tidak hati-hati dan langsung klik link, data login bisa langsung bocor.
5. Sistem Refund Kadang Merugikan Penjual
PayPal punya sistem perlindungan pembeli. Niatnya bagus. Tapi di praktiknya, ada saja pembeli yang memanfaatkannya.
Contohnya:
- Barang sudah diterima
- Pembeli mengajukan klaim tidak sesuai
- Penjual tidak punya bukti pengiriman lengkap
Kalau kalah sengketa, uang dikembalikan ke pembeli.
6. Add Fund Tidak Fleksibel di Indonesia
Banyak yang baru sadar kalau saldo PayPal tidak bisa diisi langsung dari rekening bank lokal secara bebas. Biasanya saldo didapat dari:
- Pembayaran masuk
- Kartu yang terhubung
Ini sering bikin bingung pengguna baru.
7. Withdraw Tidak Instan
Penarikan dana ke rekening bank bisa memakan waktu 2 sampai 4 hari kerja. Kadang lebih lama kalau ada pemeriksaan tambahan.
Kalau nama akun dan nama rekening tidak sama persis, transfer bisa gagal.
8. Banyak yang Salah Paham Cara Kerjanya
PayPal bukan e-wallet lokal seperti dompet digital Indonesia. Ini lebih mirip rekening virtual internasional.
Sumber dana harus jelas, transaksi dipantau, dan ada aturan yang cukup ketat.
9. Fee dan Kurs Lumayan Tinggi
Ini yang paling terasa untuk freelancer.
- Fee penerimaan dana internasional sekitar 4 sampai 5 persen
- Kurs konversi biasanya lebih mahal dari kurs bank
Kalau penghasilan rutin dalam jumlah besar, potongannya cukup signifikan.
Cara Mengatasi dan Mengelola Risiko PayPal

Sekarang bagian yang lebih menenangkan. Hampir semua kekurangan tadi bisa dikontrol kalau kamu tahu caranya.
1. Ikuti Aturan Mainnya
Jangan coba-coba jual beli saldo atau menerima dana mencurigakan. Banyak akun kena limit permanen karena aktivitas yang sebenarnya bisa dihindari.
2. Aktifkan Keamanan Maksimal
Gunakan:
- Password unik dan kuat
- Two-factor authentication
- Email khusus untuk transaksi
Anggap akun PayPal seperti rekening bank, bukan akun media sosial.
3. Gunakan Kartu Resmi dan Aman
Kalau pakai VCC, pastikan dari penyedia terpercaya. Jangan tergiur harga murah yang berisiko bikin akun diblokir.
4. Jangan Login dari Link Email
Biasakan akses langsung lewat situs resmi. Ini kebiasaan kecil tapi efeknya besar untuk keamanan.
5. Atur Jadwal Withdraw
Daripada nunggu saldo menumpuk dan panik kalau butuh cepat, lebih baik tarik dana rutin. Misalnya seminggu sekali.
Arus kas jadi lebih stabil.
6. Simpan Bukti Transaksi Lengkap
Untuk penjual:
- Simpan bukti pengiriman
- Gunakan tracking number
- Dokumentasikan komunikasi
Ini penting kalau suatu hari ada sengketa.
7. Pahami Jenis Akun
Akun personal dan bisnis punya fitur berbeda. Kalau kamu freelancer aktif atau punya toko online, akun bisnis biasanya lebih aman untuk jangka panjang.
8. Siapkan Alternatif Pembayaran
Jangan bergantung pada satu metode saja. Banyak freelancer sekarang juga pakai transfer bank internasional, Wise, atau payment gateway lain sebagai cadangan.
9. Hitung Fee ke Dalam Harga
Kalau kamu jual jasa, masukkan potongan fee ke dalam perhitungan harga. Jadi kamu tidak merasa “dipotong” setiap kali menerima pembayaran.
Ringkasan Singkat Risiko dan Solusi
| Masalah | Dampak | Cara Mengantisipasi |
|---|---|---|
| Akun diretas | Saldo hilang | Password kuat dan 2FA |
| Akun kena limit | Dana tertahan | Patuhi aturan dan verifikasi cepat |
| Fee tinggi | Margin berkurang | Masukkan fee ke harga |
| Refund merugikan | Uang kembali ke pembeli | Simpan bukti transaksi lengkap |
| Withdraw lama | Cashflow terganggu | Jadwal tarik dana rutin |
Penutup
Sampai sekarang, PayPal masih jadi salah satu metode pembayaran online yang paling praktis buat urusan transaksi internasional. Banyak freelancer dan pebisnis yang sudah pakai bertahun-tahun, dan sejauh pengalaman mereka, jarang ada kendala yang benar-benar mengganggu.
Tapi kuncinya bukan sekadar pakai. Kuncinya adalah paham sistemnya.
Kalau kamu tahu risikonya dari awal, kamu tidak akan panik saat ada notifikasi aneh. Kalau kamu disiplin soal keamanan, kemungkinan akun bermasalah juga jauh lebih kecil.
Anggap saja PayPal seperti kendaraan jarak jauh. Kalau dipakai dengan cara yang benar, dirawat secara rutin, dan tetap waspada di perjalanan, kamu bisa sampai tujuan dengan aman dan nyaman tanpa drama yang nggak perlu.






